. rbbox {border: 1px solid #D8D8D8; padding: 5px; background-color: #E0F8E0;-moz-border-radius: 5px; margin: 5px;} . rbbox: hover {background-color: #EFFBEF;}
Home » Muhasabah
Jangan Hanya Melihat ke Atas
Bismillahirrahmanirrahim
4 Oktober 2012


Tidak baik jika kita menutup-nutupi
kelemahan dan kegagalan dengan
banyak alasan. Terimalah, dan hadapilah

kegagalan itu sebagai pengalaman dan
pelajaran berharga, agar bisa jadi
pedoman dan tuntunan untuk mencapai
kemajuan dan keberhasilan yang lebih
berarti di kemudian hari.
Dear Fadhil,
Kita tahu bahwa dunia ini selalu
berputar. Adakalanya manusia ada di
bawah, atau sebaliknya ada di atas.
Ada orang bertanya kepada saya,
bagaimana dengan kenyataan yang
sering kita lihat begitu banyak
orang-orang yang selalu di bawah?

Bukankah mereka juga tinggal di bumi
yang sama dengan orang-orang yang
mampu dan kuat berada di atas? Sering
kita lihat orang-orang yang sudah di
atas malah semakin ke atas.
Temanku, pandangan itu semua
hanyalah ironi. Kita tidak pernah
tahu apa yang terjadi pada mereka
yang sudah ada di atas. Kebanyakan
di antara kita melihat mereka yang di atas
selalu dari 'materi' atau jabatan.
Namun percayalah, setiap orang
mengalami pasang surut.
Belajarlah dari orang-orang yang
sudah ada di atas, dan orang-orang
yang berada di bawah. Jangan hanya
melihat ke atas.
Banyak pelajaran yang bisa diambil
dari keduanya, yang bisa engkau
jadikan bekal tuk menjadi pribadi
yang luhur bijaksana, sukses lahir
dan batin.

Pepatah mengatakan:

"Kebesaran seseorang tidak terlihat
ketika dia berdiri dan memberi
perintah. Kebesaran seseorang akan
terlihat ketika dia berdiri sama
tinggi dengan orang lain, dan
membantu orang lain untuk
mengeluarkan yang terbaik dari diri
mereka untuk mencapai sukses" - Prof.
G. Arthur Keough

Janganlah suka cari alasan untuk

menutupi kegagalan. Sebaliknya,
carilah terus 'cara' untuk menggapai
keberhasilan.
Salam hangat dari sahabatmu,
~ Ahira
I'm not a perfect person
Bismillahirrahmanirrahim
15 Mei 2012



Rasulullah saw bersabda: "iman seseorang itu kadang naik kadang turun..."

Gue suka terharu sedih ketika membaca Syair Abu Nawas. Syair ini mengisahkan seorang yang berlumur dosa yang tak pantas masuk surga namun tak kuat menahan panasnya api neraka, berikut Syairnya:

Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar
Dosaku seperti jumlah pasir
Maka terimalah pengakuan taubatku Wahai Pemilik Keagungan
Dan umurku berkurang setiap hari
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya
Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU

Mari membenahi diri sendiri, sebelum datangnya malaikat maut

Best regards,

Mumtaz Fadheel
Hargai Apa Yang Kita Miliki

Bismillahirrahmanirrahim
23 Maret 2012

Hargai Apa Yang Kita Miliki
Ditulis oleh: Anne Ahira

Fadhil,

Pernahkah Fadhil mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan
dalam kondisi buta dan tuli.
 
Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu
memberikan motivasi dan semangat hidup
kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti
dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
diucapkan Helen Kehler:

    
"It would be a blessing if each person
     could be blind and deaf for a few days
     during his grown-up live. It would make
     them see and appreciate their ability to
     experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah
bila setiap org yang sudah menginjak dewasa
itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.

Dengan demikian, setiap orang akan lebih
menghargai hidupnya, paling tidak saat
mendengar suara!

Sekarang, coba Fadhil bayangkan sejenak....

......Fadhil menjadi seorang yang buta
dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu
tersebut. Jangan biarkan diri Fadhil melihat
atau mendengar apapun.

Selama beberapa hari itu Fadhil tidak bisa
melihat indahnya dunia, Fadhil tidak bisa
melihat terangnya matahari, birunya langit, dan
bahkan Fadhil tidak bisa menikmati musik/radio
dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Fadhil? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja,
bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada
dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah
keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki.

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan
kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
oleh orang lain.  Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Fadhil renungkan, bagaimana orang yang
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk
membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita
mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
dan menjadi seorang manusia yang lebih baik. 
Tentang Sebuah Kejujuran
Bismillahirrahmanirrahim
6 Maret 2012
Jika kita bisa memutar waktu dan memutuskan kembali ke masa lalu untuk berbohong, apakah kita masih akan disebut sebagai pendosa?


Sejak kecil saya selalu mendogma diri sendiri bahwa menelan pil pahit kejujuran itu akan selalu lebih baik daripada mendengarkan dusta yang manis. Pun begitu, dogma ini selalu saya keluarkan pada siapapun yang pernah mengenal dan berhubungan dengan saya. Entah sebagai rekan kerja, rekan kuliah, dan rekan-rekan yang lainnya. Saya tak ingin dibohongi, apapun itu. Titik.

Tapi  semakin saya dewasa, dunia mengajarkan bahwa abu-abu bukanlah warna pilihan diantara hitam dan putih. Ia ada, menghuni ruangnya sendiri. Dan dunia, seringkali tak mengizinkan kita memilih warna lain. 

"Jujur itu bukan berarti mengatakan semuanya, polos itu namanya" kata seseorang yang saya kenal.

Saya tidak berkomentar atas pernyataan itu. Menurut saya ada benarnya, toh kita tidak berbohong. Tapi kemudian saya teringat  pada hari-hari ketika Mama menelpon dan bertanya sedang dimana. Secara naluriah, untuk menjaga agar ia tidak khawtir saya menjawab bahwa sedang 'berjalan-jalan' dengan teman-teman di daerah Cibodas. Kenyataanya saya memang di daerah Cibodas, kenyataannya saya sedang bersama teman-teman untuk jalan-jalan, tapi jalan-jalan ini sebenarnya adalah acara naik gunung dan CIbodas adalah salah satu titik yang harus kami laluil. Apakah ini berdusta? Apakah ini berdosa? Terkadang saya berpkir ini bukan dusta,ini hanyalah sebuah 'kejujuran-yang-tidak-utuh'. Tapi yang sesungguhnya,saya berpura-pura tidak-tahu bahwa Ibu saya mendapat informasi yang tidak bulat, yang tidak akurat. Dalam jurnalistik ini haram hukumnya karena membahayakan pengambilan keputusan orang lain. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, kita semua tau bahwa kita sering melakukannya. Yah, kadang-kadang, abu-abu itu tidak mudah di deskripsikan.

Ada pula suatu masa ketika saya benar-benar merasa nyaman, merasa tidak perlu ada yang ditakutkan, tak perlu takut dimarahi, dilarang, atau  hal-hal lain yang mungkin terjadi jika itu berhadapan dengan orang tua. Ada suatu masa, ketika memiliki teman yang mampu membuatmu merasa sangat nyaman hingga kau bisa bercerita apa saja. Di titik ini, kadang saya merasa tak perlu merisaukan area abu-abu, karena itu tak pernah ada. Pada teman ini, saya katakan kejujuran yang sepolos-polosnya, sebulat-bulatnya. Awalnya mungkin tak ada masalah,  tapi masing-masing dari kami tahu, bahwa hari ini tak pernah sama dengan kemarin. Menyakiti itu suatu keniscayaan yang membuat semua tak lagi sama. Hingga saya merasa, ia akan pergi jauh, entah kemana. Ya, terkadang rasa nyaman memang membuatmu lupa untuk melindungi diri sendiri, alih-alih orang lain.

Sekarang, seringkali saya dihadapkan pada ruang-ruang persidangan dimana saya menjadi tersangka. Terkadang saya berpikir, jika dulu saya berdusta saja dan mereka-reka alasan yang lebih membuatnya tidak sakit hati, seperti yang orang lain katakan padanya, akankah semua akan jadi sama?  Jika kita bisa memutar waktu dan memutuskan kembali ke masa lalu untuk berbohong, apakah kita masih akan disebut sebagai pendosa? Sebagai tersangka?

Kita tak akan pernah tau. Tapi setidaknya itu mengajarkan pada saya, bahwa ada hal-hal yang lebih baik tidak dikatakan, ada kejujuran yang harusnya tidak diucapkan bulat-bulat. Karena menyakiti akan membuat hari ini tak akan pernah sama dengan kemarin. 

Maaf.. untukmu seribu kalinya...




copied from facebook note: Choirunnisak Fauziati 
< img border="0" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/54490/68/FF1637998B72EE5DAD6EE28A0CF364EE.png" />
Surat Untukmu
Bismillahirrahmanirrahim
5 Desember 2011-9 muharram 1433H
Untukmu saudaraku, sudah saatnya engkau malu pada Tuhanmu. Tentang rasa cinta yang tak halal untuk dirasa. Tentang angan yang tak pantas dibayangkan. Karena semua itu adalah sebuah pengkhianatan. PadaNya dan juga pada seseorang yang kini sedang menjaga hatinya untukmu. Ketahuilah di sana ada insan yang setia menundukkan pandangannya, yang menghijab hatinya, yang menunggu dengan mengisi harinya penuh dengan do'a terbaik untukmu. Ia yang tak pernah ingin mengenalmu sebelum halal atasmu. Karena dengan itu ia menjagamu. Maka dengarkanlah saudaraku, tak inginkah kau menghargainya dengan berbuat seperti apa yang ia perbuat untukmu? Menundukkan hati dan pandangmu untuknya sampai datang waktunya? 
source:Andromeda
Rahasia
Bismillahirrahmanirrahim
12 November 2011
[ditemani rembulan dan binokuler di halaman rumah]


Al-syibli mengatakan. "saya telah berusaha mencari ilmu manusia generasi pertama dan generasi terakhir. Ternyata saya menemukan rahasianya dalam empat kalimat:
1. Beramallah untuk duniamu sesuai dengan kekekalanmu didunia.

2. Beramallah untuk akhiratmu sesuai dengan tempat yang kamu inginkan disurga.

3. Beribadahlah kepada Allah sesuai dengan kebutuhanmu kepadaNya.

4. Dan, bermaksiatlah kepada Allah sesuai dengan kemampuanmu untuk bertahan di dalam neraka.

Sufyan al-Tsauri berkata, "siapa yang bersedekah dari harta haram maka ia seperti orang yang mencuci pakaian dengan air kencing. Sementara, pakaian hanya dapat disucikan dengan air bersih. Dan perbuatan dosa hanya dapat disucikan dengan yang halal".

Wallahu a'lam
Mau Nikah
Bismillahirrahmanirrahim
4 September 2011

“Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridha dalam hal agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia. Apabila kalian tidak mengerjakannya, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar.” (HR Tirmidzi)



abang gue bentar lagi mau nikah, rencananya kalo gak akhir tahun ini ya awal tahun 2012. jadi pembicaraan dimana-mana ya tentang nikah.

cerita ini inspiratif banget, tapi sayang gue gak jago re-tell cerita. 

ceritanya kemarin sore gue, Rani (ade), Fajri (abang), Awang (temen abang) main ke rumah Wahyu, temen abang gue yang juga kenal sama kita semua buat silaturahim lebaran. akhirnya, berangkatlah kita berempat ke rumahnya di Parigi Baru jam setengah enam sore. agak kesorean sih, tapi karena udah janji ya berangkatlah.

setelah sampe, ngobrol-ngobrol kan, udah lama gak ketemu nih, nyerempet-nyerempet lah masalah nikah. wahyu udah nikah dan punya anak 1 masih bayi. karena abang gue ama awang belom nikah ditanya lah. "kapan mau nikah? udah ada calon belum? dll." abang gue sih udah ada calon nya, tapi awang belum. 


ada beberapa kalimat yang gue suka dari wahyu, maklum, semakin dewasa seseorang maka dia pasti lebih bijaksana. dia ceritain gimana saat dia dulu mau nikah walau gak detail tapi gue suka. "gue mau nikah gak pake pacaran, sehari ketemuan dirasa cocok gue ajak ketemuan, jalan langsung gue tanyain "lu mau nikah gak sama gue?"". "kalo emang kita udah diniatin mau langsung nikah, Allah tuh ngasih aja jalan. gue pas mau nikah kalo dibilang kaga siap, ya kaga siap. tapi kalo bilang kaga siap mulu kapan mau siapnya? mesti mikirin nanti gue, bini gue, apalagi anak gue mau makan apa kalo udah nikah? kalo udah nikah mah rezeki dateng aja dari mana-mana, entah dari kita, bini kita, anak kita." pas denger ini gue langsung inget salah satu ayat di al-quran yang artinya "Dan janganlah kamu bunuh anak-anakmu karena takut kelaparan, sungguh Kamilah yang akan memeberinya rezeki...".

"kalo seandainya gue pacaran dulu sama istri gue sebelum nikah, gak akan terjadi tuh akad nikah, beneran!"

abis pulang dari rumah wahyu gue langsung mikir kan, kenapa gue gak kaya gitu aja ya? kalo emang diniatin pasti ada jalan "Idza shodaqol 'azmu wadoha sabil, apabila benar kemauan pasti terbukalah jalan". toh dalam surat An-Nur Allah berfirman "laki laki yang baik untuk perempuan yang baik, dan laki laki yang buruk untuk perempuan yang buruk". dari sini gue bolak balik mikir. pacaran atau gak, pacaran atau gak, gue inget sama postingan ini, Diam Memiliki Kekuatan Cinta. pas abis sholat maghrib dan isya gue banyakin baca "allahummahdini fiman hadait, ya Allah, tunjukilah aku seperti orang yang engkau beri petunjuk".

tapi di lain pihak gue juga mau pacaran, toh gak selalu pacaran itu buruk. cuman kalo udah putus, oalaaah.. marahan seumur umur bisa :p

Imam Syafi'i berkata: Jika engkau bimbang memilih sesuatu, maka selisihkanlah hawa nafsumu (pilih yang paling tidak dinafsui)

Bingung ya Allah, :) tujukilah hambamu ke jalan yang lurus, yaitu jalan yang Engkau beri nikmat, dan bukan jalan yang Engkau murkai dan Engkau sesatkan. Amin.
Masjid Daarul ilmi-PNJ Kiblatnya Melenceng, Namun Dalam Batas Wajar
Bismillahirrahmanirrahim
30 Agustus 2011-30 Ramadhan 1432H

Ketika gue pulang sholat tarawih kalo gak salah malem ke-23 ngerasa Mesjid yang selama gue ngekos gue sering sholat disana kok hampir sejajar sama jalan di depannya yang membentang ke arah selatan-utara. kayanya ada yang gak enak nih, hhe..

kebetulan besoknya gue kuliah ada pelajaran di lab komputer dan dosennya lagi gak masuk. so, gue buka deh situs yang 'ngasih tau' bener atau gak nya arah kiblat masjid atau musholla berdasarkan Google map. situsnya QiblaLocator yaudah kan gue cek langsung, patokannya kampus UI aja.

set set set... akhirnya ketemu juga tuh mesjid. emang mesjidnya lumayan gede sih, makanya gampang nemuinnya dan itu salah satu mesjid Muhammadiyyah (sebenernya gak ngaruh mau Muhammadiyyah atau yg lain, selama ajarannya gak melenceng, ya gak?)

karena gue takut salah, akhirnya gue tanya deh si Ade, temen kosan gue yang kalo sholat barengan ke mesjidnya. dan bener, itu mesjid Al-Mujahidin yang ada di Jalan Ahmad Dahlan, Kukusan kelurahan (Kukel). 

karena kurang deket, gue zoom in deh, ini citra dari satelitnya:
Nah, keliatan jelas kan? kalo menurut gue, penyimpangannya cukup lebar lho. sekitar 15^ lah, gue gak punya busur derajat,hhe.. jadi coba itung aja sendiri.

tahu kaya begini gue langsung kan bilang ke temen sekelas gue, biasa, gue kan orangnya rada heboh. eh pada nyaranin nanti malem dan seterusnya jangan sholat disitu lagi.

kemarin pas gue 'mudik' gue cerita hal ini sama umi gue, eh katanya "udah jangan deh, lu kan masih kecil, di rantau orang lagi. masih ada yang lebih berwenang tantang hal ini". hmmm... I don't think so! kalo gak dikasih tau, gimana mau tahu? ya gak? tapi untuk sementara kayanya gak dulu gue bilangin deh, mungkin lain waktu atau kapan gitu :)

itu salah satu masjid tempat gue sholat ketika di rantau orang, Depok sekitaran UI. gimana dengan masjid kampus gue? gimana Masjid UI, Gimana masjid Kutek (kukusan teknik)? gue sekalian cek aja.

setelah gue cek, ternyata Masjid Da'im (PNJ) agak melenceng juga! gaswaaat. tapi kalo menurut gue masih dalam batas wajar kok, kata pengurus masjidnya waktu itu pernah bilang kalo Da'im melenceng 'hanya' 4^ setelah di cek oleh Kementrian Agama.

katanya 'masih' wajar kok
eh pas gue cek Masjid kampus sebelah. subahanallah. lempeng bener, hhe...
masjid ketiga yang gue cek yaitu mesjid al-hikam (kalo gak salah), soalnya jarang sih gue sholat disana. pokoknya lokasinya yang di kutek. kata ibu kos gue, itu mesjid nya didirikan oleh Almarhum KH. Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-(ke berapa sih?) empat kali ya?

semoga bermanfaat dengan tulisan ini, siapa tau aja pengurus mesjid Al-mujahidin baca, eh langsung benerin deh arah kiblatnya. kan gue jadi gak 'perlu' bilang ke bapak-bapak pengurusnya, hhe..
Keutamaan (Pahala) Mendirikan Sholat tarawih
Marhaban Yaa Ramadhan

Alangkah bahagia nya orang yang bisa menikmati Indah Bulan Ramadhan

Jika kita mengetahui besarnya imbalan yang kita dapat setelah bekerja keras maka kita akan lebih giat lagi dalam mengerjakan hal tersebut. begitu pula dengan sholat, terutama sholat tarawih yang akan dibahas ini. jika kita tahu besarnya keutamaan sholat tarawih maka pasti kita akan lebih giat dalam melaksanakannya.

Saudaraku aku kutip dalam kitab Tanbihul Ghafilin Karya Alfaqih Abu Laits Samarqandi mudah mudah pembelajaran pembendaharaan dan wawasan kita semakin bertambah Amin belajar terus dan jangan pernah bosan

Kali ini Bab tentang :
KUTAMAAN (Pahala ) MENDIRIKAN SHOLAT TARAWEH

Malam Ke 01 Yaitu :
Alloh akan mengampuni dosa dosanya yang terdahulu

Malam Ke 02 Yaitu :
Alloh kan mengampuni dosanya dan dosa orang tuanya

Malam Ke 03 Yaitu :
Alloh akan melipatgandakan pahalanya dan akan diampuni dosanya

Malam Ke 04 Yaitu :
Sama dengan kita menamatkan Kitab Injil, Taurat , Jabur, dan Al Qur'an

Malam Ke 05 Yaitu :
Sama dengan orang yang mendirikan sholat di masjid madinah & Masjid Al Aqsha.

Malam Ke 06 Yaitu :
Alloh akan memberikan pahala seperti orang thowaf

Malam Ke 07 Yaitu :
Pahalanya lir Ibarat ketemu dgn Nabi Musa dan menolong Nabi Musa dari kejaran Fir'aun

Malam Ke 08 Yaitu :
Akan memberikan pahala Alloh seperti pahalanya Nabi Ibrahim AS

Malam Ke 09 Yaitu :
Akan Menberikan Alloh pahala seperti pahalanya Nabi Muhammad SAW

Malam Ke 10 Yaitu :
Alloh akan memberikan rejeki yang baik dunia dan akherat

Malam Ke 11 Yaitu :
seumpamanya Kalau kita meninggal maka dosanya akan diampuni oleh Alloh seperti bayi keluar dari rahim ibunya

Malam Ke 12 Yaitu :
Akan dibangkitkan oleh Alloh dipadang masyar dengan wajah seperti bulan purnama

Malam Ke 13 Yaitu :
Alloh akan mengamankan dari i hisab

Malam Ke 14 Yaitu :
Alloh tidakakan menghisab di yaumil akhir nanti

Malam Ke 15 Yaitu :
Semua malaikat yang ada dibawah aras bahwasannya Alloh akan menyuruh membacakan syalawat untuk kita

Malam Ke 16 Yaitu :
Akan dibebaskan dari Api neraka dan dijamin masuk surga

Malam Ke 17 Yaitu :
Pahalanya akan disejajarkan pahala sholat taraweh para nabi

Malam Ke 18 Yaitu :
Alloh SWT akan mwerihoi tingkah laku orang tuanya

Malam Ke 19 Yaitu :
Alloh akan memasukan kesdalam surga firdaus

Malam Ke 20 Yaitu :
Pahalanya Mati Syahid

Malam Ke 21 Yaitu :
Alloh akan membuatkan Rumah di surga dengan NUR NYa Alloh SWT

Malam Ke 22 Yaitu :
Akan dibebaskan dari rasa was was nanti kelak dihari kiamat

Malam Ke 23 Yaitu :
Alloh akan mwembuatkan kota untuknya disurga

Malam Ke 24 Yaitu :
Rasululloh berjanji 24 sdoanya pasti iijabah
catatan :
Saudaraku banyak banyak lah berdoa dimalam 24 karena doanya sudah pasti akan iijabah

Malam Ke 25 Yaitu :
Alloh akan membebaskan dari siksa kubur

Malam Ke 26 Yaitu :
Alloh akan mengangkat 40 derajat

Malam Ke 27 Yaitu :
Melewati jembatan siratul mustaqim seperti kilat

Malam Ke 28 Yaitu :
Alloh akan mwengangkat 1000 derajat di dalam surga

Malam Ke 29 Yaitu :
Seperti 1000 orang melaksanakan haji yang mabrur

Malam Ke 30 Yaitu :
Alloh akan memberikan dan memperbolehkan mencicipi berbagai macam buah -buahan di surga dan akan dijinkan mandi air sal saibil dan akan minum di telaga kaushar

Sungguh Alloh Maha Pemurah dan Penyayang kepada kita semua Amien

Maka pergunakanlah waktu dengan sebaik baiknya mumpung kita diberi jatah usia

Wallohualam

Kitab Tanbihul Ghafilin
Karya Alfaqih Abu Laits Samarqandi
Masa depan Pesantren
 Bismillahirrahmanirrahim

29 Juni 2011


Secara historis, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang multifungsi. Ia menjadi benteng pertahanan sekaligus pusat penyiaran (dakwah) Islam. Tidak ada data yang pasti tentang awal kehadiran pesantren di Nusantara (Ensiklopedi Islam, 2005). Baru setelah abad ke-16 diketahui bahwa terdapat ratusan pesantren yang mengajarkan kitab kuning dalam berbagai bidang ilmu agama seperti fikih, tasawuf, dan akidah.
Dalam perkembangannya, pesantren mencatat kemajuan dengan dibukanya pesantren putri dan dilaksanakannya sistem pendidikan madrasah yang mengajarkan pelajaran umum, seperti sejarah, matematika, dan ilmu bumi. Eksistensi pesantren menjadi istimewa karena ia menjadi pendidikan alternatif (penyeimbang) dari pendidikan yang dikembangkan oleh kaum kolonial (Barat) yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang. Pesantren menjadi tempat berlabuh umat Islam yang tersingkir secara budaya (pendidikan) akibat perlakuan diskriminatif penjajah.

Kini perkembangan pesantren dengan sistem pendidikannya mampu menyejajarkan diri dengan pendidikan pada umumnya. Bahkan di pesantren dibuka sekolah umum (selain madrasah) sebagaimana layaknya pendidikan umum lainnya. Kedua model pendidikan (sekolah dan madrasah) sama-sama berkembang di pesantren.

Kenyataan ini menjadi aset yang luar biasa baik bagi perkembangan pendidikan pesantren maupun pendidikan nasional pada masa yang akan datang. Dari sana diharapkan tumbuh kaum intelektual yang berwawasan luas dengan landasan spiritual yang kuat.

Pesantren masa depan
Eksistensi pesantren di tengah pergulatan modernitas saat ini tetap signifikan. Pesantren yang secara historis mampu memerankan dirinya sebagai benteng pertahanan dari penjajahan, kini seharusnya dapat memerankan diri sebagai benteng pertahanan dari imperialisme budaya yang begitu kuat menghegemoni kehidupan masyarakat, khususnya di perkotaan. Pesantren tetap menjadi pelabuhan bagi generasi muda agar tidak terseret dalam arus modernisme yang menjebaknya dalam kehampaan spiritual.

Keberadaan pesantren sampai saat ini membuktikan keberhasilannya menjawab tantangan zaman. Namun akselerasi modernitas yang begitu cepat menuntut pesantren untuk tanggap secara cepat pula, sehingga eksistensinya tetap relevan dan signifikan. Masa depan pesantren ditentukan oleh sejauhmana pesantren menformulasikan dirinya menjadi pesantren yang mampu menjawab tuntutan masa depan tanpa kehilangan jati dirinya.

Langkah ke arah tersebut tampaknya telah dilakukan pesantren melalui sikap akomodatifnya terhadap perkembangan teknologi modern dengan tetap menjadikan kajian agama sebagai rujukan segalanya. Kemampuan adaptatif pesantren atas perkembangan zaman justru memperkuat eksistensinya sekaligus menunjukkan keunggulannya. Keunggulan tersebut terletak pada kemampuan pesantren menggabungkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Dari pesantren sejatinya lahir manusia paripurna yang membawa masyarakat (negara) ini mampu menapaki modernitas tanpa kehilangan akar spiritualitasnya. Inilah pesantren masa depan.


source: pesantrenvirtual.com
asbab Dzikir
Bismillahirrahmanirrahim

29 Juni 2011 

- SeWAKtU ARASY ALLAH di ciptakan, para Malaikat di perintahkan untuk mengangkat ARASY itu . Tapi setelah itu Para Malaikat brkata kpd Allah: "Ya Allah.... apa yg kami mesti perbuat sehingga ARASY ini semakin ringan ?!" . Allah berfirman:" Baca aja "SUBHANALLAH"... Maka para Malaikat pun mengangkat sambil membaca "SUBHANALLAH"...

- Ketika Nabi Adam AS di ciptakan... kata-kata pertama yg dia sebutkan adalh "ALHAMDULILLAH" seketika itu, Malaikat Jibril mendengar kata-kata yg indah itu... langsung aja menyampaikan ke penjaga ARASY. maka, para Malaikat pun membaca SUBHANALLAH, ALHAMDULLAH sambil mengangkat ARASY itu....

-Di jaman Nabi Nuh AS.... dia mengajarkan kepada ummatnya kalimat TAUHID yaitu kata-kata: " LAA ILAHA ILLAH ALLAH" mendengar hal itu, Malaikat Jibril langsung menyampaikan ke penjaga ARASY bahwa ini lafadz yg bagus buat mereka.... maka para Malaikat pun membaca SUBHANALLAH, ALHAMDULLAH,LAA ILAHA ALLAH sambil mengangkat ARASY itu....

-Ketika Nabi Ibrahim AS mau menyembelih anaknya (Nabi Ismail), tiba-tiba datanglah Malaikat smbil membawa DOMBA sebagai pengganti anaknya itu... melihat hal itu... Nabi Ibrahim langsung BERTAKBIR atau menyebut ALLAHU AKBAR.... mendengar hal itu, Malaikat Jibril langsung menyampaikan ke penjaga ARASY bahwa ini lafadz yg bagus buat mereka.... maka para Malaikat pun membaca SUBHANALLAH, ALHAMDULLAH,LAA ILAHA ALLAH,ALLAHU AKBAR sambil mengangkat ARASY itu....

-dan pada suatu waktu, Malaikat Jibril menceritakan hal tersebut (cerita yg di atas) kepada Nabi Muhammad AS . Maka, nabi cuman mengatakan tentang kejadian ini " LAHAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH" mendengar hal itu, Malaikat Jibril langsung menyampaikan ke penjaga ARASY bahwa ini lafadz yg bagus buat mereka.... maka para Malaikat pun membaca SUBHANALLAH, ALHAMDULLAH,LAA ILAHA ALLAH,ALLAHU AKBAR sambil mengangkat ARASY itu & tidak akan merasa berat lagi sampai hari kiamat....
Jagalah Kehormatanmu, Ukhti..!
Bismillahirrahmanirrahim

29 Juni 2011 

Menjadi laki-laki atau perempuan memang bukan pilihan kita. Tetapi menjadi laki-laki yang baik atau buruk adalah sebuah pilihan dalam genggaman kita. Terlebih-lebih bagi perempuan, mau menjadi wanita shalihat atau ahli maksiat adalah pilihan yang harus diambil.

Dalam setiap tayangan TiVi, dapat dipastikan bahwa wanita senantiasa menghiasi semua program. Iklan-iklanpun bertaburan bintang-bintang wanita sekalipun barang yang dijual tidak ada hubungan sama sekali dengan wanita. Wanita sudah menjadi bagian penting dalam promosi, bahkan komoditi itu sendiri.
Tak jarang, wanita-wanita seperti ini menjadikan profesi bintang publikasi sebagai cita-cita dan tujuan hidupnya karena dengannya popularitas dapat diraih dan duitpun menumpuk di kantong. Untuk mencapai tujuannya ini tak jarang mereka menggunakan segala cara. Tubuh yang Allah anugerahkan untuk dijaga kehormatan dan ditutupi auratnya justru dieksploitasi habis-habisan. Tak sedikit yang kemudian menggadaikannya…

Duhai diri, apa yang akan kau sampaikan di hadapan Rabbmu di hari pengadilan nanti?
Ketika lidah dikunci dan setiap helai rambut menjadi saksi? Tatkala lisan tak berfungsi dan setiap degup hati dimintai pertanggungjawaban?





Itulah sebabnya menjadi wanita shalihat adalah sebuah keharusan. Karena wanita shalihat akan menjadi ibu shalihat dan ibu shalihat saja yang akan melahirkan generasi shalih dan shalihat. Dan hanya generasi shalih-shalihat yang mampu menjadikan dunia seisinya aman dan sentausa dalam ridla Allah SWT.

Oleh karena itu saudariku, tutuplah auratmu agar tak ada mata yang menjadi liar karenanya. Tutuplah dengan sempurna agar tak ada celah bagi setan untuk membeliakkan mata saudara-saudara kita. Lindungi aurat kita dengan santun dan mulia. Bukan ditutup tapi ditonjolkan. Bukan ditutup tapi diketatkan. Bukan ditutup tapi dibelah tinggi.

Tolonglah saudara-saudara lelaki kita agar teduh mata hatinya….
Duhai diri, tak cukup hanya menjilbabi fisikmu. Wajah cantik muslimah pun menggugah selera. Teduhkan wajahmu dengan malu kepada Allah SWT agar setiap senyummu menjadi sedekah, bukan penghias mimpi para jejaka. Jadikan lantunan suaramu sebagai tadzkirah bukan penghias telinga yang membuai para pendengarmu. Setiap sepak terjangmu jadikan jihad di jalanNYA agar barakah setiap amalmu. Siapapun kelak yang menjadi suamimu adalah mukmin shalih yang engkau percayakan sepenuhnya di tangan Rabbmu..

Wahai saudariku muslimah, jagalah kehormatanmu dan bersiaplah menyongsong dunia yang penuh persaingan!

Berjilbab bukanlah halangan untuk maju! Aisyah ra adalah contoh nyata bahwa hijab tidak menghalangi beliau sebagai guru para sahabat radliyyallaahu anhum. Ketinggian ilmu Bunda Aisyah tidak ada tandingannya. Shahabiyah yang lainpun menorehkan tinta emas dalam sejarah panjang kegemilangan Islam. Semuanya dilakukan dengan elegan, bermartabat dan berkualitas. Bukan dengan cara pintas yang menggadaikan harkat dan jati diri kita.

Wahai Ukhti shalihat, melesatlah ke depan memimpin kaum wanita karena di tanganmulah nasib bangsa ini ditentukan melalui generasi yang akan engkau lahirkan. Yakinlah bahwa setiap insan yang terlahir dari rahimmu adalah khalifah yang dinanti oleh dunia yang tengah sekarat ini….
sejarah Kartini menulis "Habis Gelap Terbitlah Terang"
Bismillahirrahmanirrahim

29 Juni 2011

"Kyai,
perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang
berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?"
Tertegun Kyai Sholeh Darat mendengar pertanyaan Kartini yang diajukan secara
diplomatis itu.
"Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?"
Kyai Sholeh Darat balik bertanya, sambil berpikir kalau saja apa yang dim...aksud
oleh pertanyaan Kartini pernah terlintas dalam pikirannya.
"Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat
pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku.
Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak
habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan
dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab
pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?"

Setelah pertemuannya dengan Kartini..

Kyai Sholeh Darat tergugah untuk
menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa. Pada hari pernikahan Kartini,
Kyai Sholeh Darat menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman
Fit Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat
Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim.Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam
arti yang sesungguhnya.

Tapi sayang tidak lama setelah itu Kyai Sholeh Darat meninggal dunia, sehingga
Al-Quran tersebut belum selesai diterjemahkan seluruhnya ke dalam bahasa Jawa.
Saat mempelajari Al-Islam lewat Al-Quran terjemahan berbahasa Jawa itu, Kartini
menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa Allahlah yang telah membimbing
orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur).
Rupanya, Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang
berarti dari gelap kepada cahaya. Karena Kartini merasakan sendiri proses
perubahan dirinya, dari pemikiran tak-berketentuan kepada pemikiran hidayah.
Dalam banyak suratnya sebelum wafat, Kartini banyak sekali mengulang-ulang
kalimat "Dari Gelap Kepada Cahaya" ini. Karena Kartini selalu menulis
suratnya dalam bahasa Belanda, maka kata-kata ini dia terjemahkan dengan
"Door Duisternis Tot Licht".
Karena seringnya kata-kata tersebut muncul dalam surat- surat Kartini, maka Mr.
Abendanon yang mengumpulkan surat-surat Kartini-menjadikan kata-kata tersebut
sebagai judul dari kumpulan surat Kartini
..Selamat hari kartini..mudahan2 ini menjadi infirasi dan semangat khususnya kaum wanita dlm membangun bangsa dan NKRI yg kita cintai ini..amiin..



------
source: lupa.. maaf yg ngerasa nulis ini, hehe
Wahai Hawa
Bismillahirrahmanirrahim

29 Juni 2011

Wahai Hawa…. Kenapa.. engkau tak menghargai nikmat Iman dan Islam itu ? Kenapa.. mesti engkau kaku dalam mentaati ajaran-Nya ? kenapa.. masih segan mengamalkan isi kandungan-nya ? dan kenapa.. masih was-was dalam mematuhi perintah-Nya ?

Wahai Hawa…. Sadarlah.. Tangan yang mengoncang buaian.. boleh mengoncang dunia, kau boleh mengoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat!! yakni yang Shaleh dan Shalehah, kau boleh menggegar dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan Islam di mata dunia.
Tapi hawa.. Jangan sesekali kau cuba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dengan lekuk tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu. Jangan Hawa … Jangan sesekali coba menarik perhatian kaum Adam yang bukan Suamimu..kerana aku khawatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian ALLAH. BAHAYA! Ia bisa memberi kegembiraan pada syaitan.. kerana wanita ialah jala syaitan, Alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan kaum Adam.

Hawa, Andai engkau masih remaja.. Jadilah anak yang Shalehah Buat kedua ibu bapamu, Andai engkau sudah bersuami.. Jadilah isteri yang meringankan beban suamimu, Andai engkau seorang ibu.. Didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan Ad-din ALLAH.

Hawa, Andai engkau belum menikah, Jangan kau risau akan jodohmu, ingatlah hawa janji Rabb kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan menggadaikan martabatmu.. hanya semata-mata karena seorang lelaki, jangan memakai pakaian yang menampakkan lekuk tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, kerana kau bukan memancing hatinya.. tapi merangsang nafsunya.

Wahai Hawa… Jangan sesekali kau mulakan pertemuan dengan lelaki yang bukan mahram karena aku kuatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuaan… takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa … Lelaki yang Baik tidak melihat paras rupa, Lelaki yang Shaleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, Lelaki yang Wara’ tidak menilai wanita melalui keayuaannya, kemanjaannya serta kemampuannya menggoncang iman mereka. Tetapi hawa … Lelaki yang Baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan ad-dinny.

Oleh itu Hawa … Jagalah pandanganmu, Jagalah pakaianmu, Jagalah akhlakmu, Kuatkan pendirianmu… Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, Cukuplah hanya cinta ALLAH menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibu bapamu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta adik beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

Hawa … Cintailah ALLAH.. Dikala susah dan senang karena kau akan memperolehi cinta dari insan yang juga menyintai ALLAH. Cintailah kedua ibu bapamu, karena kau akan memperoleh keridhaan ALLAH TA”ALAA Cintailah keluargamu.. karena tiada cinta selain cinta keluarga.

Hawa … Ingatanku yang terakhir, biarlah tangan yang menggoncang buaian ini dapat menggoncang dunia dalam menggapai keridhaan ILAHI. Jangan sesekali.. tangan ini juga yang menggoncang keimanan kaum Adam, kerana aku sukar menerimanya dan aku benci mendengarnya.
sembunyi dari Tuhan?
Bismillahirrahmanirrahim
29 Juni 2011

ibnul qayyim al jauzi berkata: "Sungguh suatu kezaliman dan kebodohan kalau engkau memohon penghormatan dan pengagungan dari manusia, sementara hatimu kosong dari mengagungkan dan menghormati Allah swt."

hendaknya menghormati dan mengagungkan makhluk ketika dia melihatmu sesat. kemudian tidak menghormati Allah swt dan tidak memeperdulikan-Nya yang senantiasa melihatmu. apakah di antara kalian ada yang ingin dilihat manusia ketika berzina? kalau begitu bagaimana mungkin engkau rela dilihat Allah swt dalam kondisi demikian? tidakkah engkau malu kepada Allah?

"mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah. padahal Allah beserta mereka..." (QS An-nisa 108)

Sumber : buku Kaifa Atub?: Manajemen Taubat
Mahfuzhot Kelas 1
 Bismillahirrahmanirrahim
29 Juni 2011 
 
 
1. مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ

1. Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia



2. مَنْ جَدَّ وَجَدَ

2. Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.



3. مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ

3. Barang siapa sabar beruntunglah ia.



4. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ

4. Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.



5. جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ

5. Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.



6. مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ

6. Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.



7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ

7. Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.



8. الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ

8. Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.



9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا

9. Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.



10. اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ

10. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.



11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ

11. Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.



12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ

12. Waktu itu lebih mahal daripada emas.



13. العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسِْم السَّلِيْمِ

13. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.



14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ

14. Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.



15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

15. Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).



16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ

16. Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.



17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ

17. Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.



18. العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ

18. Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.



19. لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ

19. Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.



20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا

20. Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.



21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَر

21. Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.



22. الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ

22. Bersatu adalah pangkal keberhasilan.



23. لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً

23. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya.



24. الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ

24. Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.



25. سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ

25. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).



26. آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ

26. Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.



27. سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي

27. Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.



28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ

28. Bencana ilmu itu adalah lupa.



29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ

29. Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.



30. لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ

30. Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.



31. أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ

31. Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.



32. فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ

32. Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan).



33. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ

33. Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.



34. مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا

34. Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya.



35. عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ

35. Musuh yang pandai, lebih baik daripada



36. مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

36. Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya.



37. اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ

37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas.



38. لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلىَ الغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ

38. Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini.



39. اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ

39. Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu.



40. خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

40. Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.



41. فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ

41. Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.



42. ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ

42. Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.



43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ

43. Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).



44. فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا

44. Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.



45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ

45. Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.



46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

46. Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.



47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ

47. Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.



48. مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ

48. Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.



49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا

49. Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.



50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ

50. Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.



51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا

51. Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).



52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ

52. Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.



53. إِذاَ لمَ ْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

53. Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).



54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً

54. Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.



55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

55. Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.



56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ

56. Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.



57. وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُ دَائِماً

57. Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.



58. هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ

58. Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri.



59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ

59.Pokok dosa itu, adalah kebohongan



60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ

60. Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya.



61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جمَاَلُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

61. Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.



62. لاَ تَكُنْ رَطْباً فَتُعْصَرَ وَلاَ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ

62. Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.



63. مَنْ أَعاَنَكَ عَلىَ الشَّرِّ ظَلَمَكَ

63. Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.



64. أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ

64. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :

1). Kecerdasan

2). Kethoma’an (terhadap ilmu)

3). Kesungguhan

4). Harta benda (bekal)

5). Mempergauli guru

6). Waktu yang panjang



65. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلاً

65. Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.



66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى

66. Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan.



67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ

67. Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.



68. النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ

68. Kebersihan itu sebagian dari iman.



69. إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ

69. Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya.



70. لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَماً

70. Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.



71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ

71. Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu.



72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ

72. Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.



73. دَاوُوْا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ

73. Obatilah kemarahan itu dengan diam



74. الكَلاَمُ يَنْفُذُ مَالاَ تَنْفُذُهُ الإِبَرُ

74. Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.



75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَباً

75. Bukan setiap yang mengkilat itu emas.



76. سِيْرَةُ المَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ

76. Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya.



77. قِيْمِةُ المَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ

77. Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya.



78. صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَكَ

78. Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa.



79. عَثْرَةُ القَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ

79. Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.



80. خَيْرُ الكَلاَمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ

80. Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas.



81. كُلُّ شَيْئٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلاَّ الأَدَبَ

81. Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.



82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ

82. Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.



83. العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ تَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ

83. Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat.



84. اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلاَ تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

84. Perhatikanlah apa-apa yang dikatakan (diucapkan) dan janganlah meperhatikan siapa yang mengatakan.



85. الحَسُوْدُ لاَ يَسُوْدُ

85. Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia.



86. الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا

86. Tiap-tiap pekerjaan itu dengan penyelesaiannya.



87. إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً # وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ

Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka.

فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ # فَإِنَّكَ غَافْرُ الذَّنْبِ العَظِيْمِ

Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar.

ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ # فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ

Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan.

وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ # وَذَنْبيِ زَئِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ

Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya.

إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ

Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu.

فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ # فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ

Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah ahli pengampun.

Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?



------------------------------------
dihafalkan  tiap minggu 1 bait (sya'ir)..
jadi inget masa lalu :)
Hotpants Di Sebut Sebagai Pakaian Ala PELACUR
 Bismillahirrahmanirrahim
29 Juni 2011


Akhir akhir ini ane sering liat tuh cewek cewek abg, remaja, setengah dewasa, sekolahan, kuliahan semua pada pake yang namanya HOTPANTS ...alias celana kurang bahan ....

Apakah ada hubungannya dengan Global Warming? jadi pada pakai pakaian yang serba isis? Buktinya biarpun siang bolong panas menthak-menthak tau juga di (umumnya motor matic kayak Mio, vario, beat, spin, dll) , atau tengah malam yang dingin, tetep aja betah pake HOTPANTS.

Menurut ane ini adalah pakaian ala PELACUR..
mereka memang belum tentu PELACUR.
tapi gaya berpakaian mereka meniru gaya berpakaian para PELACUR. Emang awalnya hotpants dipakai para pelacur, dalam sejarah asal mula hotpants dulunya adalah pengganti dari miniskirt yang suka dipakai sama cewek-cewek PSK pada tahun 1970-an di Eropa.

Dampak negatifnya (versi says) :

1. Mendapat penilaian buruk dari orang lain 80 %
2. Membuat kaum adam berpikiran ngeres kecuali maho 75 %
3. Membuat kejahatan pelecehan seksual merajalela 60 %
4. Tambahin sendiri menurut agan agan ...

Dampak Positif (versi says) :
100 % tidak ada nilai positifnya dengan berpakaian seperti ini

Sumber: http://niponk.blogspot.com/2011/06/hotpants-di-sebut-sebagai-pakaian-ala.html#ixzz1QCkksG8O

wahai hawa.. Jangan sesekali kau coba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dengan lekuk tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu. Jangan Hawa … Jangan sesekali coba menarik perhatian kaum Adam yang bukan Suamimu..kerana aku khawatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian ALLAH. BAHAYA! Ia bisa memberi kegembiraan pada syaitan.. kerana wanita ialah jala syaitan, Alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan kaum Adam.

selain celana yang terlalu pendek di atas, ada lagi sekarang zamannya pakaian yang ketat, sehingga menonjolkan lekuk tubuhnya. sungguhh pakaian itu sangat tidak di anjurkan, baik dalam Islam maupun dalam ilmu kesehatan. dalam acara disalah satu stasiun televisi ditayangkan banyak sekali dampak begatif dari pakaian ketat. seperti:
  1. akan berbekas ditubuh
  2. gatal-gatal di jalur jahitan
  3. keram
  4. pandangan kabur (oksigen yang mengalir ke otak berkurang/terhambat)
  5. menekan asam lambung
  6. sakit perut
  7. rasa nyeri di panggul
  8. menstimulasi pertumbuhan jamur di daerah kelamin
  9. mengganggu saraf (kesemutan, keram, dll)
  10. otot bergeser

sedangkan kelebihannya:
sekali lagi 100% tidak ada nilai positifnya.

Oleh itu Hawa … Jagalah pandanganmu, Jagalah pakaianmu, Jagalah akhlakmu, Kuatkan pendirianmu… Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, Cukuplah hanya cinta ALLAH menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibu bapamu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta adik beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

Ingatanku yang terakhir, biarlah tangan yang menggoncang buaian ini dapat menggoncang dunia dalam menggapai keridhaan ILAHI. Jangan sesekali.. tangan ini juga yang menggoncang keimanan kaum Adam, kerana aku sukar menerimanya dan aku benci mendengarnya.
Usia yang Bertambah
Bismillahirrahmanirrahim
9 Juni 2011

Hari ulang tahun gue kali ini mungkin bisa dibilang spesial, karena selain di FB banyak temen-temen gue yang ngucapin itu semua, ada tetangga gue yang ngelahirin pas hari ini juga, di jam dan bidan yang sama. ckckck.. mulai tadi pagi sebelum dia lahiran gue ngeliat si bunda kesakitan. kebayang pas ummi gue ngandung gue 19 tahun silam gimana rasa sakitnya. jujur tadi pas ngeliat si bunda kesakitan gue gak tega banget. ibunya si bunda yang ada di sampingnya sampe dipukul-pukul buat ngelampiasin rasa sakit si bunda.

gue kebayang aja pas nanti ketika gue punya istri yang mau ngelahirin, gak tega gue ngeliat istri gue kesakitannya kaya apa.
"hamalatka ummuka WAHNAN 'ALA WAHNIN"
ibumu hamil dalam keadaan yang sakitnya yang sangat sakit.

cuma sepenggal ayat itu yang gue inget ketika ngeliat si bunda kesakitan.
 kasihan banget. makanya Allah meletakkan surga di bawah telapak kakinya sebagaimana Rasulullah bersabda "Al-jannatu tahta aqdamil ummahat", Surga terdapat di bawah telapak kaki ibu.

Galeri temen-temen di FB yang udah ngucapin selamat ke gue sampe jam 2.38 PM











namun dari semua ucapan itu, belum keluar ucapan dari seorang yang sudah gue tunggu-tunggu untuk ngucapinnya. siapa lagi kalo bukan si N*****. ya mungkin dia lagi gak online saat ini jadi gak sempet ngucapin. Kakak tunggu ya N***** ucapannya, walau bukan hari ini :)