. rbbox {border: 1px solid #D8D8D8; padding: 5px; background-color: #E0F8E0;-moz-border-radius: 5px; margin: 5px;} . rbbox: hover {background-color: #EFFBEF;}
Home » Motivasi
Jangan Hanya Melihat ke Atas
Bismillahirrahmanirrahim
4 Oktober 2012


Tidak baik jika kita menutup-nutupi
kelemahan dan kegagalan dengan
banyak alasan. Terimalah, dan hadapilah

kegagalan itu sebagai pengalaman dan
pelajaran berharga, agar bisa jadi
pedoman dan tuntunan untuk mencapai
kemajuan dan keberhasilan yang lebih
berarti di kemudian hari.
Dear Fadhil,
Kita tahu bahwa dunia ini selalu
berputar. Adakalanya manusia ada di
bawah, atau sebaliknya ada di atas.
Ada orang bertanya kepada saya,
bagaimana dengan kenyataan yang
sering kita lihat begitu banyak
orang-orang yang selalu di bawah?

Bukankah mereka juga tinggal di bumi
yang sama dengan orang-orang yang
mampu dan kuat berada di atas? Sering
kita lihat orang-orang yang sudah di
atas malah semakin ke atas.
Temanku, pandangan itu semua
hanyalah ironi. Kita tidak pernah
tahu apa yang terjadi pada mereka
yang sudah ada di atas. Kebanyakan
di antara kita melihat mereka yang di atas
selalu dari 'materi' atau jabatan.
Namun percayalah, setiap orang
mengalami pasang surut.
Belajarlah dari orang-orang yang
sudah ada di atas, dan orang-orang
yang berada di bawah. Jangan hanya
melihat ke atas.
Banyak pelajaran yang bisa diambil
dari keduanya, yang bisa engkau
jadikan bekal tuk menjadi pribadi
yang luhur bijaksana, sukses lahir
dan batin.

Pepatah mengatakan:

"Kebesaran seseorang tidak terlihat
ketika dia berdiri dan memberi
perintah. Kebesaran seseorang akan
terlihat ketika dia berdiri sama
tinggi dengan orang lain, dan
membantu orang lain untuk
mengeluarkan yang terbaik dari diri
mereka untuk mencapai sukses" - Prof.
G. Arthur Keough

Janganlah suka cari alasan untuk

menutupi kegagalan. Sebaliknya,
carilah terus 'cara' untuk menggapai
keberhasilan.
Salam hangat dari sahabatmu,
~ Ahira
Jika ditakdirkan Bersama

Bismillahirrahmanirrahim
19 Agustus 2012-1 Syawwal 1433 H


Suka banget deh sama kutipan di bawah ini. Ini salah satu status fb dari dosen gue. tapi sayang gue di blok ama tuh dosen gara-gara nge-add dia, haha.. *ceritanya kocak loh*
tapi gak apa dah, gue udh minta maaf kok semalem, walau pun gak dibales :p
ini nih kutipannya, silakan di renungkan:

Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama...

maka...
sejauh apapun mereka...
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi...
sebesar apapun beda diantara mereka...
sekuat apapun usaha mereka untuk menghindarkannya...
meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya...
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya bahkan tidak pernah saling bertegur sapa...

PASTI tetap saja mereka akan bersatu....
Seakan ada magnet yang menarik mereka...
akan ada hal yang datang untuk menyatukan mereka berdua akan ada suatu kejadian yang membuat mereka saling mendekat dan akhirnya bersatu...

Maka itu,
Jika kita tidak mendapatkan suatu hal yang kita inginkan...
itu bukan berarti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkannya....namun justru bererti kita pantas mendapatkan yang lebih baik lagi...
meskipun saat ini...mata manusia kita tidak memahaminya...
meskipun saat itu...perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata...meskipun saat itu...otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk....

Tidak...jangan terburu-buru mengatakan bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk....bahwa engkau tidak pantas....
karena kelak...engkau akan menyadarinya...bahwa apa yang telah hilang darimu....bahwa apa yang tidak engkau dapatkan....bukanlah yang terbaik untukmu...bukanlah yang pantas untukmu...bukanlah sesuatu yang baik untukmu....

Perbanyakkanlah bekalmu dan doamu...
Yakinlah.. Allah akan memilihkan yg Terbaik buatmu
dan menggantikan kehilangan itu dengan yang lebih baik lagi banding yg hilang menurut pilihan_Nya....
Aamiin.........

Semoga Kita semua mendapatkan yang terbaik menurut-Nya.. :D
Jangan Menyerah, Belajarlah dari Siput!
Bismillahirrahmanirrahim
31 Mei 2012

Saat orang-orang berkata bahwa kamu tidak bisa melakukan sesuatu...
Lihatlah sekelilingmu....
Pertimbangkanlah semua kemungkinan yang ada...
Lalu mulailah melangkah!
Kerahkan semua tenaga dan potensi yang telah diberikan Tuhan dalam hidupmu...
Jadilah pribadi yang kreatif!
Pada akhirnya, kamu akan sukses dan membuktikan bahwa mereka telah salah menilai dirimu !!
Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5823694
Waktu

Bismillahirrahmanirrahim
14 April 2012



Lagi-lagi gue posting tentang waktu. kenapa? karena banyak di antara kita yang masih banyak suka menyia-nyiakan waktu. Salah satu orang yang gak gue suka adalah orang yang membuat gue menunggu. Ya, menunggu! siapa yang suka menunggu? gue yakin seluruh orang di dunia ini tidak suka jika melakukan pekerjaan yang membosankan ini. Jangan pernah membuat orang kecewa dengan membuatnya MENUNGGU....!!!

waktu terlalu lambat bagi mereka yang sedang menunggu,
terlalu cepat bagi mereka yang sedang ketakutan,
terlalu panjang bagi mereka yang sedang berdukacita,
terlalu pendek bagi mereka yang sedang bergembira,

tetapi bagi mereka yang saling mengasihi,
WAKTU ADALAH ABADI

Banyak orang yang tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka dapat.
sering kali kita tidak menghargai bawahan kita yang telah bekerja dengan setia
selama bertahun-tahun. Sering kali kita juga tidak menghargai atasan kita
yang dipakai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Kita selalu
menonjolkan kesalahan/kelemahan tanpa melihat kelebihan dan jasa orang lain.


"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,
tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu
dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik,
yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Stop kebiasaan menunda
Bismillahirrahmanirrahim
9 April 2012



Komponis besar Spanyol, Manuel de Falla, amat terpukul tatkala mendengar kabar tentang kematian temannya, pelukis Ignacio Zuloga. Dengan penuh penyesalan, Falla meratapi, "Sayang sekali! Padahal aku belum sempat menjawab suratnya yang kuterima 5 tahun silam."

Hampir semua orang dalam hidupnya pernah merasa bersalah akibat penundaan yang dilakukannya. Bahkan, pada banyak orang, kebiasaan menunda sudah seperti penyakit yang menguasai hidup mereka, sehingga menghasilkan segunung pekerjaan yang tak pernah dicoba dan segunung lagi pekerjaan yang dilakukan dengan setengah hati.
Yang luar biasa, beberapa orang ada yang sampai meninggal lebih dini hanya lantaran menunda-nunda terus untuk berkunjung ke dokter, entah untuk memeriksakan nyeri jantung atau gumpalan daging di tubuh. Ada pula yang tidak kunjung mendapat promosi jabatan yang didambakan karena terlampau sering mengabaikan deadline, sasaran, dan rapat penting.
Nyatalah, kebiasaan menunda dapat memperburuk kehidupan, merusak hubungan, menghancurkan karier dan cita-cita. Padahal praktik menunda hanyalah perilaku buruk, dan seperti perilaku lainnya, perilaku buruk ini cukup mudah diubah. Berikut ini beberapa strategi efektif untuk memerangi kebiasaan menunda.
  • Apa ruginya terbiasa menunda?
    Kebiasaan menunda bukan sekadar kebiasaan buruk, tetapi suatu sikap yang menghambat pertumbuhan pribadi dan profesi. Kebiasaan menunda memang membuat pelakunya terperangkap pada pekerjaan lama. Tak ada evolusi atau pertumbuhan. Penundaan itu mengerem roda kemajuan, menghancurkan tujuan dan aspirasi, serta menimbulkan frusasi, marah, dan putus asa.

    Pengaruh  buruknya dapat dilihat pada mereka yang terpaku terlalu lama dalam pekerjaan atau relasi pribadi yang jelas-jelas tak cocok. Juga pada yang tak kunjung menjauhi kebiasaan makan yang buruk, penyalahgunaan obat (termasuk alkohol), atau ketagihan pada rokok. Termasuk pada orang-orang yang menghindari tugas-tugas sulit dan konfrontasi, hingga akhirnya tindakan apa pun yang diambil, tak efektif lagi untuk mengatasi masalah yang timbul.
  • Lakukan terobosan
    Hentikan kebiasaan menunda hari ini juga. Segera buatlah komitmen untuk mulai menggarap tugas-tugas yang telah dan sedang ditunda. Ingatlah bahwa menit ini adalah waktu terbaik untuk menghentikan kebiasaan menunda. "Lakukan hari ini apa yang ingin Anda tunda sampai besok". Dengan menghentikan perilaku menunda hari ini, kita tidak cuma akan merasa lebih baik, tetapi juga akan merasa lebih mudah untuk menyelesaikan tugas-tugas esok hari.
  • Tetapkan tujuan yang realistis
    Banyak rencana bagus yang gagal begitu saja lantaran yang ingin dicapai terlalu banyak dan tidak realistis. Sulit untuk menumbuhkan motivasi jika tujuan yang hendak dicapai terlalu melangit. Tujuan yang tidak realistis mempercepat hilangnya semangat dan datangnya kekalahan.
    Banyak tugas yang terselesaikan dengan lebih baik jika tugas-tugas itu dipecah menjadi beberapa pekerjaan lebih kecil. Sukses datang bila ditetapkan tujuan harian yang kecil-kecil untuk mencapai tujuan besar berjangka panjang.
  • Bersiaplah menghadapi kesulitan
    Mengubah pola lama yang sudah telanjur jadi kebiasaan tentu akan menyita waktu dan tenaga. Jangan berharap terlalu banyak. Antisipasi tibanya masa sulit. Supaya tidak kecil hati dan frustasi ketika hasilnya tidak juga tampak, kita harus menerapkan disiplin untuk tetap maju. "Kemauan keras dan disiplin selalu membuahkan hasil yang dikehendaki".
    Ibaratnya, kita perlu mengelem pantat kita di kursi, sehingga tahan duduk untuk menekuni setiap pekerjaan, sampai kita merasa sudah melakukan yang terbaik untuk pekerjaan itu.
  • Prioritaskan tanggung jawab dan sasaran
    Perjuangan memang berat. Untuk berhasil, dibutuhkan tekad yang besar dan kemampuan untuk menentukan skala prioritas.
  • Lawan pertimbangan negatif
    Bantahlah diri Anda sendiri bila muncul pertimbangan yang bersifat negatif. Dengan 'melawan pemikiran sendiri' maka dapat dipelihara komitmen untuk mengerjakan pekerjaan hingga benar-benar puas dapat menyelesaikannya.

  • Cepat umumkan posisi
    Kemampuan kita dalam menyelesaikan tugas dan menangani masalah akan sangat meningkat, bila kita memberitahukan komitmen yang telah kita buat itu kepada orang-orang yang bersikap mendukung. Komitmen pribadi yang diumumkan akan menambah energi dan motivasi kita. Tindakan ini juga akan menarik dukungan dan semangat dari orang lain. Sering kali, dari orang lain kita akan mendapatkan pemikiran-pemikiran yang meningkatkan kemampuan kita dalam berprestasi.
  • Bayangkan kita benar-benar telah berhasil
    Bila kita sering membayangkan diri berhasil mencapai sasaran yang dituju, komitmen akan meningkat dan kebulatan tekad juga menguat. Untuk menggambarkan tujuan secara jelas, berikut ini bisa dijadikan acuan: buatlah garis besar langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas itu; bayangkan diri kita menjalankan langkah-langkah ini; dan bayangkan saat kita benar-benar berhasil mencapai sasaran.
  • Beri penghargaan pada diri sendiri
    Memberi penghargaan atas usaha dan kemajuan yang dicapai adalah lebih baik ketimbang mengkritik diri sendiri bila terjadi kemunduran. Pemberian penghargaan itu akan mendorong kemajuan secara berkelanjutan. Penghargaan itu  benar-benar patut diterima, misalnya, ketika kita berhasil mengganti cokelat dengan wortel, atau mengganti nonton TV dengan lari. Ucapkan selamat kepada diri sendiri dan perkuat dengan melakukan sesuatu yang sepenuhnya untuk kesenangan sendiri.
Akhirnya, tidak ada kata terlambat untuk menghentikan kebiasaan menunda. Sungguh pun sepanjang hidup, kita telah terbiasa menunda pekerjaan, cara hidup seperti itu masih dapat diubah sama sekali. Dengan mengakhiri kebiasaan menunda, kita menaikkan tingkat hidup kita sendiri dan akan menikmati prestasi yang lebih memuaskan dan menggembirakan.

source: http://intisari-online.com/read/stop-kebiasaan-menunda
Hargai Apa Yang Kita Miliki

Bismillahirrahmanirrahim
23 Maret 2012

Hargai Apa Yang Kita Miliki
Ditulis oleh: Anne Ahira

Fadhil,

Pernahkah Fadhil mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan
dalam kondisi buta dan tuli.
 
Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu
memberikan motivasi dan semangat hidup
kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti
dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
diucapkan Helen Kehler:

    
"It would be a blessing if each person
     could be blind and deaf for a few days
     during his grown-up live. It would make
     them see and appreciate their ability to
     experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah
bila setiap org yang sudah menginjak dewasa
itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.

Dengan demikian, setiap orang akan lebih
menghargai hidupnya, paling tidak saat
mendengar suara!

Sekarang, coba Fadhil bayangkan sejenak....

......Fadhil menjadi seorang yang buta
dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu
tersebut. Jangan biarkan diri Fadhil melihat
atau mendengar apapun.

Selama beberapa hari itu Fadhil tidak bisa
melihat indahnya dunia, Fadhil tidak bisa
melihat terangnya matahari, birunya langit, dan
bahkan Fadhil tidak bisa menikmati musik/radio
dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Fadhil? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja,
bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada
dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah
keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki.

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan
kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
oleh orang lain.  Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Fadhil renungkan, bagaimana orang yang
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk
membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita
mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
dan menjadi seorang manusia yang lebih baik. 
Tentang Sebuah Kejujuran
Bismillahirrahmanirrahim
6 Maret 2012
Jika kita bisa memutar waktu dan memutuskan kembali ke masa lalu untuk berbohong, apakah kita masih akan disebut sebagai pendosa?


Sejak kecil saya selalu mendogma diri sendiri bahwa menelan pil pahit kejujuran itu akan selalu lebih baik daripada mendengarkan dusta yang manis. Pun begitu, dogma ini selalu saya keluarkan pada siapapun yang pernah mengenal dan berhubungan dengan saya. Entah sebagai rekan kerja, rekan kuliah, dan rekan-rekan yang lainnya. Saya tak ingin dibohongi, apapun itu. Titik.

Tapi  semakin saya dewasa, dunia mengajarkan bahwa abu-abu bukanlah warna pilihan diantara hitam dan putih. Ia ada, menghuni ruangnya sendiri. Dan dunia, seringkali tak mengizinkan kita memilih warna lain. 

"Jujur itu bukan berarti mengatakan semuanya, polos itu namanya" kata seseorang yang saya kenal.

Saya tidak berkomentar atas pernyataan itu. Menurut saya ada benarnya, toh kita tidak berbohong. Tapi kemudian saya teringat  pada hari-hari ketika Mama menelpon dan bertanya sedang dimana. Secara naluriah, untuk menjaga agar ia tidak khawtir saya menjawab bahwa sedang 'berjalan-jalan' dengan teman-teman di daerah Cibodas. Kenyataanya saya memang di daerah Cibodas, kenyataannya saya sedang bersama teman-teman untuk jalan-jalan, tapi jalan-jalan ini sebenarnya adalah acara naik gunung dan CIbodas adalah salah satu titik yang harus kami laluil. Apakah ini berdusta? Apakah ini berdosa? Terkadang saya berpkir ini bukan dusta,ini hanyalah sebuah 'kejujuran-yang-tidak-utuh'. Tapi yang sesungguhnya,saya berpura-pura tidak-tahu bahwa Ibu saya mendapat informasi yang tidak bulat, yang tidak akurat. Dalam jurnalistik ini haram hukumnya karena membahayakan pengambilan keputusan orang lain. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, kita semua tau bahwa kita sering melakukannya. Yah, kadang-kadang, abu-abu itu tidak mudah di deskripsikan.

Ada pula suatu masa ketika saya benar-benar merasa nyaman, merasa tidak perlu ada yang ditakutkan, tak perlu takut dimarahi, dilarang, atau  hal-hal lain yang mungkin terjadi jika itu berhadapan dengan orang tua. Ada suatu masa, ketika memiliki teman yang mampu membuatmu merasa sangat nyaman hingga kau bisa bercerita apa saja. Di titik ini, kadang saya merasa tak perlu merisaukan area abu-abu, karena itu tak pernah ada. Pada teman ini, saya katakan kejujuran yang sepolos-polosnya, sebulat-bulatnya. Awalnya mungkin tak ada masalah,  tapi masing-masing dari kami tahu, bahwa hari ini tak pernah sama dengan kemarin. Menyakiti itu suatu keniscayaan yang membuat semua tak lagi sama. Hingga saya merasa, ia akan pergi jauh, entah kemana. Ya, terkadang rasa nyaman memang membuatmu lupa untuk melindungi diri sendiri, alih-alih orang lain.

Sekarang, seringkali saya dihadapkan pada ruang-ruang persidangan dimana saya menjadi tersangka. Terkadang saya berpikir, jika dulu saya berdusta saja dan mereka-reka alasan yang lebih membuatnya tidak sakit hati, seperti yang orang lain katakan padanya, akankah semua akan jadi sama?  Jika kita bisa memutar waktu dan memutuskan kembali ke masa lalu untuk berbohong, apakah kita masih akan disebut sebagai pendosa? Sebagai tersangka?

Kita tak akan pernah tau. Tapi setidaknya itu mengajarkan pada saya, bahwa ada hal-hal yang lebih baik tidak dikatakan, ada kejujuran yang harusnya tidak diucapkan bulat-bulat. Karena menyakiti akan membuat hari ini tak akan pernah sama dengan kemarin. 

Maaf.. untukmu seribu kalinya...




copied from facebook note: Choirunnisak Fauziati 
< img border="0" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/54490/68/FF1637998B72EE5DAD6EE28A0CF364EE.png" />
Will we lost him?
Bismillahirrahmanirrahim
13 Februari 2012

"Kadang kita mengalami penderitaan dan kita percaya bahwa inilah takdirnya dan kemudian berlalu begitu saja. tapi kita harus tetap hidup! karena kita harus melihat bagaimana kisah ini berakhir.
Mencari dan mementukan takdirmu sendiri, itulah takdir yang sebenarnya"


M. Nobel dengan kemeja berwarna hitam

Senin ini diawali pelajaran Antarmuka Mikrokontroler, masuk pukul 10.45 wib. Gue sampe kelas agak telat, jam di dinding belakang Lab menunjukan pukul 11.04 wib. Setelah di absen, ternyata masih ada 3 orang lagi yang belum dateng, Febri Andini, Muhammad Nobel dan Apriansyah Dinata. Beberapa menit kemudian, Fhe, paggilan akrab Febri Andini masuk kelas. Kini tinggal 2 orang lagi yang belum dateng.

Ketika dosen lagi ngejelasin job hari ini, hand phone gue bunyi. I guess the late comers,  gue tetep fokus ke penjelasan Pak Agus saat itu. Penjelasan usai, gue periksa isi sms itu. setelah gue baca, awalnya gue gak percaya isi sms nya, tapi ini bener kenyataan. Sms ini dateng dari Muhammad Nobel,

"Aslmkm. Dil gw dicutiin ma pnj, dah ga bs dganggu gugat lg kputusan nya. Telat dftr ulang gw dil. Salam k tmen2 yg lain ya dil, mohon maaf klo slama ni dah bnyk bikin salah k tmen2 smua n makasih bnyk tuk bantuan nya slama ini ya."
M.Nobel. 11.24 WIB


Pesan yang memang bener-bener singkat, tapi jelas banget isi nya. Nobel dicutikan! yang artinya dia gak akan ngikutin perkuliahan selama satu semester atau kalo di sekolah bisa dikatakan 'gak naik kelas'.
Gue langsung lapor ke dosen gue saat itu, bilangin kalo Nobel dicutiin. tapi dosen gue gak tau karena nama Muhammad Nobel di absen udah gak ada, dan gue baru sadar barusan kalo absen kelas yang tadinya 20 orang jadi tinggal 19. Oh God! kelas gue udah kehilangan 2 orang. kenapa harus ditambah satu lagi?
Nobel seharusnya ada di no 11.
Setelah Mufzadeq dan sebelum Nabilla

Nobel, orang yang misterius menurut gue dan mungkin temen sekelas gue. kenapa bisa dibilang gitu? awal masuk aja ketika kita perkenalan kelas. cuma dia yang bilang "secret" ketika ditanya tanggal lahirnya. Kalo ditanya umurnya, dia selalu gak mau bilang, alamat rumahnya, keluarganya, angkatan berapa waktu SMA, dll. dia selalu menutup data pribadinya. Sampai-sampai, masalah kenapa dia dicutikan dari PNJ pun anak sekelas gak tau kalo dia gak sms. Gue sebagai ketua kelas, gue ditanyain terus sama admin prodi Telkom buat ngasih tau kalo Nobel disuruh menghadap. Guess what he said? "udah lah gak usah dil, entar aja gue kesana". mungkin karena ada masalah sesuatu, akhirnya gue nawarin diri buat menghadap bareng. tapi dia tetep nolak. sebenernya ada apa sih? apa yang ditutupi selama ini?

Gue berharap dia gak pindah kampus. gue tau kalo dia itu lebih tua dari rata-rata mahasiswa angkatan 2010. buang-buang waktu dan usia kalo dia harus  mulai dari semester 1 lagi.



< img border="0" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/54490/68/FF1637998B72EE5DAD6EE28A0CF364EE.png" />
Saat Kenyataan Tak Sesuai Impian
Bismillahirrahmanirrahim
04 Februari 2012, 11 Rabiul Awwal 1433 H


Teman... 
Mungkin saat ini di antara kita ada yang tengah berada dalam "penjara kesulitan". Dan kesempatan yang dimiliki terasa begitu kecil.

Teman...
Jangan berkecil hati... Jangan menyerah...
Teruslah berusaha...!



Lakukan apa yang bisa dilakukan, sebaik-baiknya, dan sebenar-benarnya. Ingatlah bahwa... 


"KESEMPATAN SEKECIL APAPUN ITU MENUNJUKKAN MASIH ADANYA HARAPAN!"







Ditulis oleh: Anne Ahira

Fadhil,

Banyak orang yang merasa frustasi
karena kenyataan mereka tidak sesuai
dengan impian.

Sebagai contoh, ada seorang anak yang
ingin kuliah di Universitas A, tapi
nyatanya biaya tidak mencukupi. 

Atau, mereka yg merantau ke kota besar,
bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan
berkelas nasional bahkan internasional,
tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah
pekerjaan biasa-biasa saja & apa adanya. 

Ada juga seorang pengusaha, yg mungkin
mengharapkan kenaikan profit 10 kali,
malah mengalami kebangkrutan.

Apa yang kita harapkan, kadang memang
tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa
yang harus kita lakukan?

Berikut adalah 3 langkah atau tips yang
bisa Fadhil lakukan saat mimpi tidak
sesuai dengan kenyataan:

1. Bertindaklah selalu secara fleksibel
    dan dinamis

Jika Fadhil betul-betul ingin menggapai
kesuksesan, maka diperlukan *kesiapan*
untuk bisa bertindak secara fleksible 
dan dinamis terhadap setiap perubahan
yang terjadi.

Sekarang, saya akan buat sebuah analogi 
sederhana...

Saat ada badai atau angin topan yang
besar, tidak jarang kita melihat pohon
yang memiliki batang yang sangat besar 
tumbang! Apa sebab? 

Sebab mereka tidak kuat menahan beban 
yang diterima.

Namun coba tengoklah bambu! Karena
batangnya yang lentur, maka bambu bisa
fleksibel bergerak ke segala arah, dan
jarang tumbang!

Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita
bertindak dan berpikir dinamis dan juga
fleksibel, maka kita akan lebih tahan
dalam menghadapi tantangan dan
perubahan serta masalah yang datang.

2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik
    untuk kita!

Saat kenyataan tidak sesuai dengan
impian, percayalah bahwa inilah yang
terbaik untuk kita. Kita tidak pernah
tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya. 

Karena, segala sesuatu yang menurut 
logika kita baik, bisa jadi justru 
sebaliknya di mata Tuhan!

Berpikirlah selalu positif atas apapun 
yang terjadi pada diri Fadhil. Jangan 
biarkan satu kegagalan membuat Fadhil 
kecewa, apalagi sampai frustasi dan 
berlarut-larut. 

Fadhil tahu apa yang saya lakukan jika
ada satu mimpi atau keinginan saya 
tidak kesampaian? Saya biasa mengatakan:

"Sudahlah Ahira, kamu tdk perlu kecewa,
don't ask me why, it is GOOD for you!
Sekarang kamu dengarkan baik-baik, Tuhan
akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK!
Tuhan tau kamu orang yg baik & bijaksana.
Hidupmu penuh dengan kelimpahan, dan kamu
memang dilahirkan utk slalu jadi pemenang!"

Saya biasa mengatakannya di depan cermin
dengan penuh keyakinan, tentunya saat
saya sendirian! hehe... It works for me! :-)

Fadhil juga boleh coba nanti ;-)

Apa yang saya lakukan di atas itu
adalah 'afirmasi'.

Afirmasi adalah kata-kata positif yang 
diucapkan berulang-ulang & diyakini untuk
membentuk citra postif untuk mengurangi 
sikap-sikap negatif dalam diri kita.

Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/
rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan 
secara verbal atau dalam hati. Menurut ahli 
Hynotherapy, afirmasi itu akan 'terekam'
oleh alam bawah sadar kita. 

Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan
penuh keyakinan, maka kita SEDANG atau
AKAN menjadi seperti itu adanya, yang
kita ucapkan! Dengan kata lain, afirmasi 
itu sama seperti DO'A. 

Okay, sekarang selanjutnya! :-)

Meski saat ini apa yang kita harapkan 
belum sesuai dengan impian, namun kita 
harus....

3. Tetap Siapkan MENTAL PEMENANG!

Saat kita mengalami kegagalan, lebih
baik instropeksi diri daripada
menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita
memang belum siap jadi pemenang! :-)

Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat
kita menjadi sombong, dan karena saking
sayangnya Tuhan kepada kita, Ia tidak
mau hamba-Nya berbuat dosa. :-)

Fadhil, setiap kemenangan itu lebih baik
dirintis dari setiap peluh kita! Akan 
lebih baik jika kemenangan itu kita 
dapatkan setahap demi setahap.

Banyak orang sukses, tapi kemudian
mereka terjatuh. Ada yang bangkit lagi,
ada yang tidak. Liku hidup setiap
manusia memang tidak sama. 

Tapi ingat, kesempatan untuk menang 
itu selalu terbuka bagi siapa saja,
tanpa terkecuali!

Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak
terkira banyaknya dari Tuhan, masih
banyak yang menggantung di langit! :-)

Sekarang tinggal bagaimana cara Fadhil!
Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan
turun dengan sendirinya?

Saya sarankan, jangan pernah memilih
yang kedua :-)

Kita semua tahu bahwa yang namanya
kemenangan itu seringkali dimiliki oleh
mereka yang... tdk pernah berhenti berusaha!
Di Mana Tempat Terbaik Kita?

Bismillahirrahmanirrahim
18 Januari 2012

Di Mana Tempat Terbaik Kita?


Untuk....
Fadhil - Temanku yang baik hati!

Saat saya menulis artikel ini, saya sedang berada di Amerika. Saya menerima sebuah sms dari seorang kawan di Indonesia yang mengatakan..


"Ahira, saya ingin sekali pergi ke Amerika,
karena di sana pastilah saya bisa berhasil!"



SMS dari teman saya membuat saya berpikir, kayaknya pikiran dia bisa jadi sama dengan pikiran banyak teman-teman saya yang lain, mereka yang selalu memikirkan kalau 'tempat lain' pasti lebih cocok untuknya bisa menggapai sebuah kesuksesan!


Oleh sebab itu saya menulis sebuah artikel dengan judul:
"Di Mana Tempat Terbaik Kita?"



Semoga tulisan saya bermanfaat, dan bisa dijadikan inspirasi untuk Fadhil! Minggu depan, saya akan mengirimkan artikel lanjutan untuk Fadhil dengan judul: 
"Saat Kenyataan Tidak Sesuai Dengan Impian"



Okay, selamat membaca! :-)



------------------------

Main Article:
------------------------


Di Mana Tempat Terbaik Kita?


Ditulis oleh: Anne Ahira

Fadhil, 


Dimanapun kita berada, maka disitulah
tempat terbaik kita..!



Seringkali kita merasa terkungkung dengan lingkungan dimana kita berada. Tidak jarang orang berpikir dan merasa bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk bisa meraih sukses.


Misalnya mereka yang hidup di daerah terpencil, merasa susah, dan jauh untuk mendapat sentuhan teknologi, atau menerima informasi terbaru dengan cepat. Hingga berpikir, begitu susahnya berjuang dan mengembangkan usaha.


Sebaliknya, mereka yang hidup di kota besar berpikir betapa sesaknya dunia. Begitu ketatnya tingkat persaingan hidup.

Dimana pun berada, saling sikut, saling senggol, saling tendang. Hingga akhirnya memutuskan, memang susah untuk menjadi  yang terdepan. 

Dalam berjuang segala sesuatunya memang seringkali tidak sesuai keinginan kita. Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman. Padahal sesungguhnya, dimanapun kita berada, pahami bahwa ITULAH tempat terbaik kita. Tempat dimana kita hidup, tempat di mana kita memperjuangkan apapun yang kita inginkan. 

Sekarang, mari kita renungkan sejenak...


1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa tempat lain adalah lebih baik, maka sampai kapan kita akan mulai berjuang?


2. Jika kita selalu saja menunggu datangnya kesempatan emas di tempat lain, berapa banyak waktu yang terbuang, hanya sekadar untuk menunggunya?


3. Jika kita selalu saja menunda apapun yang bisa kita lakukan di tempat kita berada sekarang, maka berapa banyak kesempatan yang terbuang percuma?


Dan masih banyak lagi hal yang perlu kita renungkan..!


Karenanya, jika saja kita mau berpikir bahwa inilah tempat terbaik kita, maka kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!


Fadhil temanku tersayang... 


Kita semua memiliki kesempatan emas untuk  menjadi besar & benar dimana saja... asal,
kita mau memperjuangkannya!