. rbbox {border: 1px solid #D8D8D8; padding: 5px; background-color: #E0F8E0;-moz-border-radius: 5px; margin: 5px;} . rbbox: hover {background-color: #EFFBEF;}
Home » Motivasi
Jangan Hanya Melihat ke Atas
Bismillahirrahmanirrahim
4 Oktober 2012


Tidak baik jika kita menutup-nutupi
kelemahan dan kegagalan dengan
banyak alasan. Terimalah, dan hadapilah

kegagalan itu sebagai pengalaman dan
pelajaran berharga, agar bisa jadi
pedoman dan tuntunan untuk mencapai
kemajuan dan keberhasilan yang lebih
berarti di kemudian hari.
Dear Fadhil,
Kita tahu bahwa dunia ini selalu
berputar. Adakalanya manusia ada di
bawah, atau sebaliknya ada di atas.
Ada orang bertanya kepada saya,
bagaimana dengan kenyataan yang
sering kita lihat begitu banyak
orang-orang yang selalu di bawah?

Bukankah mereka juga tinggal di bumi
yang sama dengan orang-orang yang
mampu dan kuat berada di atas? Sering
kita lihat orang-orang yang sudah di
atas malah semakin ke atas.
Temanku, pandangan itu semua
hanyalah ironi. Kita tidak pernah
tahu apa yang terjadi pada mereka
yang sudah ada di atas. Kebanyakan
di antara kita melihat mereka yang di atas
selalu dari 'materi' atau jabatan.
Namun percayalah, setiap orang
mengalami pasang surut.
Belajarlah dari orang-orang yang
sudah ada di atas, dan orang-orang
yang berada di bawah. Jangan hanya
melihat ke atas.
Banyak pelajaran yang bisa diambil
dari keduanya, yang bisa engkau
jadikan bekal tuk menjadi pribadi
yang luhur bijaksana, sukses lahir
dan batin.

Pepatah mengatakan:

"Kebesaran seseorang tidak terlihat
ketika dia berdiri dan memberi
perintah. Kebesaran seseorang akan
terlihat ketika dia berdiri sama
tinggi dengan orang lain, dan
membantu orang lain untuk
mengeluarkan yang terbaik dari diri
mereka untuk mencapai sukses" - Prof.
G. Arthur Keough

Janganlah suka cari alasan untuk

menutupi kegagalan. Sebaliknya,
carilah terus 'cara' untuk menggapai
keberhasilan.
Salam hangat dari sahabatmu,
~ Ahira
Jika ditakdirkan Bersama

Bismillahirrahmanirrahim
19 Agustus 2012-1 Syawwal 1433 H


Suka banget deh sama kutipan di bawah ini. Ini salah satu status fb dari dosen gue. tapi sayang gue di blok ama tuh dosen gara-gara nge-add dia, haha.. *ceritanya kocak loh*
tapi gak apa dah, gue udh minta maaf kok semalem, walau pun gak dibales :p
ini nih kutipannya, silakan di renungkan:

Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama...

maka...
sejauh apapun mereka...
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi...
sebesar apapun beda diantara mereka...
sekuat apapun usaha mereka untuk menghindarkannya...
meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya...
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya bahkan tidak pernah saling bertegur sapa...

PASTI tetap saja mereka akan bersatu....
Seakan ada magnet yang menarik mereka...
akan ada hal yang datang untuk menyatukan mereka berdua akan ada suatu kejadian yang membuat mereka saling mendekat dan akhirnya bersatu...

Maka itu,
Jika kita tidak mendapatkan suatu hal yang kita inginkan...
itu bukan berarti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkannya....namun justru bererti kita pantas mendapatkan yang lebih baik lagi...
meskipun saat ini...mata manusia kita tidak memahaminya...
meskipun saat itu...perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata...meskipun saat itu...otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk....

Tidak...jangan terburu-buru mengatakan bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk....bahwa engkau tidak pantas....
karena kelak...engkau akan menyadarinya...bahwa apa yang telah hilang darimu....bahwa apa yang tidak engkau dapatkan....bukanlah yang terbaik untukmu...bukanlah yang pantas untukmu...bukanlah sesuatu yang baik untukmu....

Perbanyakkanlah bekalmu dan doamu...
Yakinlah.. Allah akan memilihkan yg Terbaik buatmu
dan menggantikan kehilangan itu dengan yang lebih baik lagi banding yg hilang menurut pilihan_Nya....
Aamiin.........

Semoga Kita semua mendapatkan yang terbaik menurut-Nya.. :D
Jangan Menyerah, Belajarlah dari Siput!
Bismillahirrahmanirrahim
31 Mei 2012

Saat orang-orang berkata bahwa kamu tidak bisa melakukan sesuatu...
Lihatlah sekelilingmu....
Pertimbangkanlah semua kemungkinan yang ada...
Lalu mulailah melangkah!
Kerahkan semua tenaga dan potensi yang telah diberikan Tuhan dalam hidupmu...
Jadilah pribadi yang kreatif!
Pada akhirnya, kamu akan sukses dan membuktikan bahwa mereka telah salah menilai dirimu !!
Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5823694
Waktu

Bismillahirrahmanirrahim
14 April 2012



Lagi-lagi gue posting tentang waktu. kenapa? karena banyak di antara kita yang masih banyak suka menyia-nyiakan waktu. Salah satu orang yang gak gue suka adalah orang yang membuat gue menunggu. Ya, menunggu! siapa yang suka menunggu? gue yakin seluruh orang di dunia ini tidak suka jika melakukan pekerjaan yang membosankan ini. Jangan pernah membuat orang kecewa dengan membuatnya MENUNGGU....!!!

waktu terlalu lambat bagi mereka yang sedang menunggu,
terlalu cepat bagi mereka yang sedang ketakutan,
terlalu panjang bagi mereka yang sedang berdukacita,
terlalu pendek bagi mereka yang sedang bergembira,

tetapi bagi mereka yang saling mengasihi,
WAKTU ADALAH ABADI

Banyak orang yang tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka dapat.
sering kali kita tidak menghargai bawahan kita yang telah bekerja dengan setia
selama bertahun-tahun. Sering kali kita juga tidak menghargai atasan kita
yang dipakai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Kita selalu
menonjolkan kesalahan/kelemahan tanpa melihat kelebihan dan jasa orang lain.


"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,
tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu
dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik,
yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Stop kebiasaan menunda
Bismillahirrahmanirrahim
9 April 2012



Komponis besar Spanyol, Manuel de Falla, amat terpukul tatkala mendengar kabar tentang kematian temannya, pelukis Ignacio Zuloga. Dengan penuh penyesalan, Falla meratapi, "Sayang sekali! Padahal aku belum sempat menjawab suratnya yang kuterima 5 tahun silam."

Hampir semua orang dalam hidupnya pernah merasa bersalah akibat penundaan yang dilakukannya. Bahkan, pada banyak orang, kebiasaan menunda sudah seperti penyakit yang menguasai hidup mereka, sehingga menghasilkan segunung pekerjaan yang tak pernah dicoba dan segunung lagi pekerjaan yang dilakukan dengan setengah hati.
Yang luar biasa, beberapa orang ada yang sampai meninggal lebih dini hanya lantaran menunda-nunda terus untuk berkunjung ke dokter, entah untuk memeriksakan nyeri jantung atau gumpalan daging di tubuh. Ada pula yang tidak kunjung mendapat promosi jabatan yang didambakan karena terlampau sering mengabaikan deadline, sasaran, dan rapat penting.
Nyatalah, kebiasaan menunda dapat memperburuk kehidupan, merusak hubungan, menghancurkan karier dan cita-cita. Padahal praktik menunda hanyalah perilaku buruk, dan seperti perilaku lainnya, perilaku buruk ini cukup mudah diubah. Berikut ini beberapa strategi efektif untuk memerangi kebiasaan menunda.
  • Apa ruginya terbiasa menunda?
    Kebiasaan menunda bukan sekadar kebiasaan buruk, tetapi suatu sikap yang menghambat pertumbuhan pribadi dan profesi. Kebiasaan menunda memang membuat pelakunya terperangkap pada pekerjaan lama. Tak ada evolusi atau pertumbuhan. Penundaan itu mengerem roda kemajuan, menghancurkan tujuan dan aspirasi, serta menimbulkan frusasi, marah, dan putus asa.

    Pengaruh  buruknya dapat dilihat pada mereka yang terpaku terlalu lama dalam pekerjaan atau relasi pribadi yang jelas-jelas tak cocok. Juga pada yang tak kunjung menjauhi kebiasaan makan yang buruk, penyalahgunaan obat (termasuk alkohol), atau ketagihan pada rokok. Termasuk pada orang-orang yang menghindari tugas-tugas sulit dan konfrontasi, hingga akhirnya tindakan apa pun yang diambil, tak efektif lagi untuk mengatasi masalah yang timbul.
  • Lakukan terobosan
    Hentikan kebiasaan menunda hari ini juga. Segera buatlah komitmen untuk mulai menggarap tugas-tugas yang telah dan sedang ditunda. Ingatlah bahwa menit ini adalah waktu terbaik untuk menghentikan kebiasaan menunda. "Lakukan hari ini apa yang ingin Anda tunda sampai besok". Dengan menghentikan perilaku menunda hari ini, kita tidak cuma akan merasa lebih baik, tetapi juga akan merasa lebih mudah untuk menyelesaikan tugas-tugas esok hari.
  • Tetapkan tujuan yang realistis
    Banyak rencana bagus yang gagal begitu saja lantaran yang ingin dicapai terlalu banyak dan tidak realistis. Sulit untuk menumbuhkan motivasi jika tujuan yang hendak dicapai terlalu melangit. Tujuan yang tidak realistis mempercepat hilangnya semangat dan datangnya kekalahan.
    Banyak tugas yang terselesaikan dengan lebih baik jika tugas-tugas itu dipecah menjadi beberapa pekerjaan lebih kecil. Sukses datang bila ditetapkan tujuan harian yang kecil-kecil untuk mencapai tujuan besar berjangka panjang.
  • Bersiaplah menghadapi kesulitan
    Mengubah pola lama yang sudah telanjur jadi kebiasaan tentu akan menyita waktu dan tenaga. Jangan berharap terlalu banyak. Antisipasi tibanya masa sulit. Supaya tidak kecil hati dan frustasi ketika hasilnya tidak juga tampak, kita harus menerapkan disiplin untuk tetap maju. "Kemauan keras dan disiplin selalu membuahkan hasil yang dikehendaki".
    Ibaratnya, kita perlu mengelem pantat kita di kursi, sehingga tahan duduk untuk menekuni setiap pekerjaan, sampai kita merasa sudah melakukan yang terbaik untuk pekerjaan itu.
  • Prioritaskan tanggung jawab dan sasaran
    Perjuangan memang berat. Untuk berhasil, dibutuhkan tekad yang besar dan kemampuan untuk menentukan skala prioritas.
  • Lawan pertimbangan negatif
    Bantahlah diri Anda sendiri bila muncul pertimbangan yang bersifat negatif. Dengan 'melawan pemikiran sendiri' maka dapat dipelihara komitmen untuk mengerjakan pekerjaan hingga benar-benar puas dapat menyelesaikannya.

  • Cepat umumkan posisi
    Kemampuan kita dalam menyelesaikan tugas dan menangani masalah akan sangat meningkat, bila kita memberitahukan komitmen yang telah kita buat itu kepada orang-orang yang bersikap mendukung. Komitmen pribadi yang diumumkan akan menambah energi dan motivasi kita. Tindakan ini juga akan menarik dukungan dan semangat dari orang lain. Sering kali, dari orang lain kita akan mendapatkan pemikiran-pemikiran yang meningkatkan kemampuan kita dalam berprestasi.
  • Bayangkan kita benar-benar telah berhasil
    Bila kita sering membayangkan diri berhasil mencapai sasaran yang dituju, komitmen akan meningkat dan kebulatan tekad juga menguat. Untuk menggambarkan tujuan secara jelas, berikut ini bisa dijadikan acuan: buatlah garis besar langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas itu; bayangkan diri kita menjalankan langkah-langkah ini; dan bayangkan saat kita benar-benar berhasil mencapai sasaran.
  • Beri penghargaan pada diri sendiri
    Memberi penghargaan atas usaha dan kemajuan yang dicapai adalah lebih baik ketimbang mengkritik diri sendiri bila terjadi kemunduran. Pemberian penghargaan itu akan mendorong kemajuan secara berkelanjutan. Penghargaan itu  benar-benar patut diterima, misalnya, ketika kita berhasil mengganti cokelat dengan wortel, atau mengganti nonton TV dengan lari. Ucapkan selamat kepada diri sendiri dan perkuat dengan melakukan sesuatu yang sepenuhnya untuk kesenangan sendiri.
Akhirnya, tidak ada kata terlambat untuk menghentikan kebiasaan menunda. Sungguh pun sepanjang hidup, kita telah terbiasa menunda pekerjaan, cara hidup seperti itu masih dapat diubah sama sekali. Dengan mengakhiri kebiasaan menunda, kita menaikkan tingkat hidup kita sendiri dan akan menikmati prestasi yang lebih memuaskan dan menggembirakan.

source: http://intisari-online.com/read/stop-kebiasaan-menunda
Hargai Apa Yang Kita Miliki

Bismillahirrahmanirrahim
23 Maret 2012

Hargai Apa Yang Kita Miliki
Ditulis oleh: Anne Ahira

Fadhil,

Pernahkah Fadhil mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan
dalam kondisi buta dan tuli.
 
Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu
memberikan motivasi dan semangat hidup
kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti
dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
diucapkan Helen Kehler:

    
"It would be a blessing if each person
     could be blind and deaf for a few days
     during his grown-up live. It would make
     them see and appreciate their ability to
     experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah
bila setiap org yang sudah menginjak dewasa
itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.

Dengan demikian, setiap orang akan lebih
menghargai hidupnya, paling tidak saat
mendengar suara!

Sekarang, coba Fadhil bayangkan sejenak....

......Fadhil menjadi seorang yang buta
dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu
tersebut. Jangan biarkan diri Fadhil melihat
atau mendengar apapun.

Selama beberapa hari itu Fadhil tidak bisa
melihat indahnya dunia, Fadhil tidak bisa
melihat terangnya matahari, birunya langit, dan
bahkan Fadhil tidak bisa menikmati musik/radio
dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Fadhil? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja,
bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada
dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah
keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki.

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan
kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
oleh orang lain.  Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Fadhil renungkan, bagaimana orang yang
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk
membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita
mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
dan menjadi seorang manusia yang lebih baik